Tampilkan postingan dengan label Tubuh kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tubuh kita. Tampilkan semua postingan

Fenomena Menarik dalam Otak Manusia

Sampai saat ini masih banyak mysteri yang belum terungkap dari pikiran kita. Para ahli memang bisa menjelaskan fenomena-fenomena aneh dari pikiran kita tapi masih belum tahu dari mana asal semua itu. Mungkin kalian pernah mengalami beberapa fenomena dibawah ini.

Déjà Vu



Déjà Vu adalah perasaan ketika kita yakin pernah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian sebelumnya, kamu merasa peristiwa itu sudah pernah terjadi dan berulang lagi. Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yg kuat, takut dan merasa aneh. Kadang “kejadian sebelumnya” itu dikaitkan dengam mimpi tapi kadang juga timbul perasaan yang mantap kalau kejadian tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.

Déjà Vécu


Déjà Vécu (dibaca vay-koo) adalah perasaan yg lebih kuat dari Déjà Vu. Kalo Déjà Vu kita merasa sudah pernah melihat kejadian sebelumnya tapi dalam Déjà Vécu kita akan mengetahui peristiwa tersebut jauh lebih detail seperti mengingat bau dan suara-suara pada kejadian tersebut.


Déjà Visité

Déjà Visité adalah perasaan yg tidak biasa dimana kita merasa mengenal suatu tempat padahal sebelumnya kita tidak pernah mengunjugi tempat tersebut. Kalo Déjà vu berhubungan dengan peristiwa sedangkan Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi. Nathaniel Hawthorne dlm bukunya yg berjudul “Our Old Home” bercerita saat dia mengunjungi reruntuhan sebuah kastil tiba-tiba merasa klo dia sudah sangat mengenal layout dari kastil yg baru pertama kali dia datangi itu. Belakangan dia sadar kalo bertahun-tahun sebelumnya pernah membaca puisi karangan Alexander Pope yang menggambarkan dengan detail kastil tersebut.

Déjà Senti

Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.

Jamais Vu

Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Jadi kamu tidak mengenal sebuah situasi padahal kamu yakin sekali kalau sebelumnya kamu pernah ada disitu. Bingung? Begini gampangnya: kamu mendadak tidak mengenal orang, kata-kata, atau tempat yang sebelumnya kamu tahu. Pada percobaan yg dilakukan Chris Moulin pada 92 orang yg disuruh menulis kata “pintu” 30 kali dalam waktu 60 detik ternyata 68 orang mengalami gejala Jamais Vu yaitu merasa kalau “pintu” itu bahkan bukan merupakan sebuah kata. Ya Jamais Vu didiagnosis karena “kelelahan otak”.

Presque Vu

Presque Vu adalah perasaan yg kuat kalau kamu akan mengalami epiphany. Epiphany sangat jarang terjadi. Presque Vu artinya “hampir melihat” dan sensasinya bisa sangat membingungkan dan aneh.

L’esprit de l’Escalier


L’esprit de l’Escalier (stairway wit) adalah saat kita merasa bisa melakukan sesuatu yg lebih baik pada sebuah situasi setelah peristiwa itu terjadi. Contohnya begini: Kamu seorang pemain sepak bola, saat tendangan penalti kamu menendang bola kesamping kiri dan ternyata berhasil diblok kiper. Tiba-tiba pikiran kamu mengatakan, “Ahh aku sebenernya tadi udah yakin kalo nendang ke kanan pasti gol!” Jadi L’esprit de l’Escalier adalah rasa penyesalan tidak melakukan tindakan yg berlawanan dari suatu peristiwa sebelumnya.

Capgras Delusion

Capgras Delusion adalah fenomena dimana kita merasa yakin kalau keluarga atau teman dekat kita sebenernya adalah orang lain yang wujudnya sama persis. Seperti cerita-cerita di film Alien dimana tubuh manusia diambil alih oleh makhluk luar angkasa agar bisa hidup berdampingan dengan manusia biasa. Khayalan ini biasa terjadi pada penderita schizophrenia atau kelainan mental lain.

Fregoli Delusion


Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang sangat jarang terjadi. Orang yg mengalami Fregoli Delusion sangat percaya kalau beberapa orang yang dia kenal sebenarnya adalah satu orang yang melakukan berbagai penyamaran. Fregoli berasal dari nama aktor Italia “Leopoldo Fregoli” yang bisa melakukan merubah penampilan dengan cepat dalam pertunjukannya.

Prosopagnosia





Prosopagnosia adalah fenomena dimana sesorang kehilangan kemampuan untuk mengenal wajah orang atau benda lain yang seharusnya mereka kenal. Orang yang mengalami ini biasanya menggunakan indera lain untuk mengingat orang tersebut, seperti bau parfum, gaya bicara atau cara berjalan orang itu. Contoh yg paling terkenal dari kasus ini dipublikasikan oleh Michael Nyman dalam bukunya yg berjudul “The man who mistook his wife for a hat”.

Bosan ,Meningkatkan Resiko Kematian

Sering bosan? Cobalah membunuh kebosanan dengan melakukanaktivitas positif. Pasalnya, studi medis menunjukkan bahwa perasaan bosan kurang baik bagi kesehatan.

Peneliti menyatakan, orang-orang yang melaporkan merasa bosan berisiko lebih besar meninggal lebih muda dibandingkan mereka yang tidak.

Para pakar dari University College London menyatakan bahwa kebosanan secara khusus tidak berbahaya. Tapi, kebosanan bisa menjadi salah satu gejala dari perilaku berbahaya, seperti minum alkohol berlebih, merokok, menggunakan obat-obatan dan gangguan psikologis.

Dalam studi yang akan dipublikasikan di International Journal of Epidemiology ini, para partisipan diminta merekam seberapa sering mereka merasa bosan di bulan sebelumnya.

Hasil menunjukkan, sebagian besar yang merasa bosan adalah perempuan. Selain itu, mereka yang melaporkan merasa sangat bosan berisiko lebih besar meninggal akibat gangguan jantung dibandingkan mereka yang melaporkan tidak merasa bosan.

Tapi, efek ini menurun setelah peneliti memperhitungkan faktor gangguan kesehatan dan perilaku yang buruk bagi kesehatan.

"Kami menyimpulkan bahwa mereka yang melaporkan merasa bosan cenderung meninggal lebih muda dibandingkan mereka yang tidak bosan," terang peneliti, seperti dikutip situs dailymail.com.

Kebosanan, menurut peneliti, seringkali menjadi pertanda faktor risiko lain, seperti gangguan kesehatan, posisi di masyarakat atau perilaku berbahaya.

"Meskipun beberapa aspek kehidupan tidak mudah diubah, kecenderunagn bosan, terutama di kalangan generasi muda bisa mengindikasikan perilaku berbahaya seperti minum berlebih, merokok, menggunakan obat-obatan dan ganguan psikologis."

Bahaya Mengucek ngucek mata

Saat mata terasa gatal, muncul niat untuk menguceknya. Dan, hampir semua orang pernah melakukannya, yang akan berakibat mata memerah dan terasa perih. Tahukah bahwa mengucek mata bisa melemahkan otot yang ada di mata?

Tidak heran jika setelah gesekan terhadap mata, mata menjadi merah dan perih. Bisa jadi hal tersebut disebabkan keasyikan mengucek mata hingga rasa gatalnya hilang. Dan, bagaimana jika tangan yang mengucek itu kotor?
“Mengucek mata, yoga dengan kepala di bawah, tidur dengan wajah menempel pada bantal atau berenang merupakan berbagai aktivitas yang bisa menyebabkan penekanan mata meningkat,” ujar Professor Charles McMonnies, dari UNSW School of Optometry and Vision Science, dalam jurnal yang telah dipublikasikan berjudul Optometry and Vision Science, seperti dikutip dari Science, Senin (10/8/2009).
Saat menyentuh mata, kelopak mata akan mengalami peningkatan tekanan. Cahaya lampu yang terlalu silau lebih sedikit memberikan tekanan dibandingkan dengan mengucek mata dengan keras yang bisa memberikan tekanan 3 sampai 5 kali lebih besar dari tekanan normal.

http://images.detik.com/content/2009/08/10/766/ngucek-dalam-oke.jpg
Pada kasus mengucek mata, terjadi efek kombinasi menutup mata dan kekuatan mengucek mata yang bisa meningkatkan tekanan lebih tinggi lagi. Mengucek dengan keras bisa meningkatkan tekanan hingga 10 kali lebih tinggi dibanding tekanan normal!
“Tekanan yang normal akan memberikan konsekuensi yang sedikit, tapi tekanan pada mata yang kuat dalam jangka waktu yang lama dan terjadi secara berulang bisa memberikan kontribusi pada kerusakan mata seperti glaukoma, lebih cepat terkena rabun jauh, conical kornea atau bisa juga menyebabkan kebutaan,” ujar Professor Charles McMonnies.
Menghindari kontak mata dengan bantal atau masker tidur juga bisa membantu mengurangi tekanan sensitif pada mata. Saat mengucek mata juga bisa melemahkan otot levator palpebra yang berfungsi mengangkat kelopak mata, sehingga jika mengucek mata akan membuat mata terlihat lebih kecil atau seperti mata mengantuk.
Tekanan mata yang normal terjadi saat menutup mata, berkedip dan saat menarik nafas dalam tidak akan memberikan konsekuensi karena tekanan yang diberikan sangat kecil dan tidak dalam waktu yang lama.
Untuk itu sebaiknya hindarilah beberapa aktivitas seperti berikut:
  • Tidur dengan wajah tertunduk dan kontak dengan bantal, karena dalam bantal tersebut bisa saja terdapat kutu atau debu yang bisa membuat mata iritasi.
  • Mengucek mata, karena bisa membuat mata iritasi, kering dan membuat mata perih.
  • Menunduk bisa meningkatkan tekanan, karena itu sebaiknya jika membaca dalam posisi duduk.
Menyeka air mata adalah kegiatan yang paling baik dengan menghapus dari ujung mata dan meminimalkan kontak dengan kelopak mata. Dan, gunakan obat tetes mata jika terasa gatal dan perih.
Hindari mengucek mata sebisa mungkin! Jika terasa gatal, gunakan tisiu dan usapkan secara lembut guna menghindari kontak yang berlebihan. Langkah paling bijaksana jika mata terasa perih, periksakan ke dokter mata.

sumber : http://www.sayakasihtahu.com/2010/03/bahaya-mengucek-mata.html#ixzz0qpKeUXDf

Fungsi Umbai Cacing

Ya,,banyak dari kita menganggap-bahkan para ilmuwan dulu-umbai cacing hanyalah sisa dari pembentukan organ pencernaan kita yang sama sekali tidak mempunyai peranan.Diduga itu bagian tubuh yang sudah rudimenter (tersisa karena tak berguna). Tidak punah, tetapi tetap hadir, dan justru berpotensi menimbulkan masalah.
Umbai cacing bahkan dianggap merugikan karena berpotensi menyebabkan radang usus buntu.

Tapi tahukah kamu..

haxims.blogspot.com


Umbai cacing atau appendix dan anak limpa yang dahulu dianggap tidak bermanfaat, sesungguhnya memiliki keutamaan fungsi tersendiri. Melalui hasil studi yang dilakukan di Mount Sinai School of Medicine, justru organ ’sampah’ inilah yang bekerja sangat keras.

“Sejarah terdahulu menyebutkan ada beberapa bagian tubuh manusia yang dikatakan tidak bermanfaat hanya karena ilmu medis belum memahami fungsi organ-organ tersebut dengan baik,”

Dalam studi terbaru, ilmuwan telah menemukan bahwa anak limpa berperan penting dalam menyehatkan jantung yang rusak. Anak limpa menyimpan kandungan monocytes, yaitu bagian dari sel darah putih yang penting bagi sistem kekebalan tubuh dan bisa memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Faktanya, anak limpa merupakan sumber monocytes yang besar. Sekira 40 hingga 50 persen monocytes tersimpan dalam anak limpa. Berdasarkan hasil penelitian, monocytes dapat memulihkan kondisi jantung setelah terkena serangan.

“Bagi penderita penyakit serangan jantung, monocytes akan membantu menyehatkan jantung dengan cara yang tepat. Jumlah monocytes yang segera terakumulasi setelah terjadinya serangan jantung akan bersirkulasi dalam darah,” kata Laitman.

“Kami menemukan jumlah monocytes yang terakumulasi dalam jantung jauh melebihi jumlah monocytes dalam sirkulasi darah,” tambahnya.

Demikian juga halnya dengan umbai cacing, organ ini pun memiliki peran tersendiri dalam organ tubuh. Umbai cacing adalah organ penyimpanan bakteri baik yang membantu proses pencernaan makanan.

Dalam situs harunyahya.com dibahas mengenai Daftar organ vestigial yang telah dibuat oleh ahli anatomi Jerman R. Wiedersheim di tahun 1895. Daftar itu mencakup sekitar 100 organ, termasuk usus buntu dan tulang ekor. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, ditemukan bahwa semua organ di dalam daftar Wiedersheim sesungguhnya memiliki fungsi-fungsi amat penting. Misalnya, ditemukan bahwa usus buntu/umbai cacing, yang dikira "organ vestigial," ternyatanya organ limfoid (penghasil zat antikuman) yang melawan infeksi-infeksi di dalam tubuh.

Organ-organ dan jaringan-jaringan penyusun tubuh lainnya—gondok, hati, limpa, usus buntu, sumsum tulang, dan sekumpulan kecil jaringan limfatik seperti amandel di tenggorokan dan tonjolan Peyer pada usus halus—juga bagian dari sistem limfatik. Mereka juga membantu tubuh melawan infeksi.



Dampak Wi-Fi Bagi Tubuh

Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

artikel dari haxims.blogspot.com

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: "Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

"Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama."

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.

"Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave."

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.

Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.

"Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: "Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

"Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh," tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berrarti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada

sumber : http://www.sayakasihtahu.com/2010/05/dampak-wi-fi-bagi-tubuh.html#ixzz0qpJGG8yR

Misteri Penularan Menguap


Tak ada yang tahu pasti mengapa menguap bisa menular. Tidak cuma menular antarmanusia, tapi menguap juga menular antarsimpanse. Sebuah studi menunjukkan seekor simpanse menguap setelah menonton video yang memperlihatkan simpanse lainnya menguap.

apakah ada simpanse lain yang menguap setelah melihat gambar diatas?

Belum ada peneliti yang bisa memberikan penjelasan pasti. Misteri ini diperumit dengan cara penularan yang biasanya di bawah sadar. Ketika melihat seseorang menguap, hal itu menimbulkan keinginan kita untuk menirukan dan melakukannya, yang semuanya terjadi tanpa kita pikir.

Ternyata masalah yang sepintas terlihat sepele ini memancing rasa ingin tahu pemerintah Finlandia, yang membiayai studi pemindaian otak. Hasilnya membuktikan bahwa penularan umumnya terjadi tanpa disengaja. Diketahui pula penularan ini memotong sirkuit otak yang bertanggung jawab menganalisis dan menirukan tindakan orang lain.

Sirkuit ini disebut "sistem sel saraf-cermin" karena mengandung tipe sel otak khusus (neuron), yang menjadi aktif ketika pemiliknya melakukan sesuatu dan ketika dia merasakan orang lain melakukan hal yang sama.

Namun, dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan dari Helsinki University of Technology dan Research Centre Julich, Jerman, tidak menemukan peranan sel ini dalam penularan kuap karena tidak terlihat aktivitas ekstra selama penularan kuap.

Penularan justru menonaktifkan wilayah periamygdalar kiri di otak. Makin kuat sukarelawan ingin menguap karena melihat kuapan orang lain, makin kuat deaktivasinya. "Penemuan ini adalah tanda penularan kuap secara neurophysiological," kata tim peneliti.

Terpisah dari mekanisme fisik otak penyebab penularan kuap, ilmuwan lain menduga fenomena ini adalah cara orang gua berkomunikasi. Penularan kuap membantu manusia purba mengkomunikasikan tingkat kewaspadaan kepada yang lain dan
mengkoordinasi jadwal tidur.

"Sinkronisasi tingkah laku ini amat penting bagi kelangsungan hidup spesies dan bekerja tanpa pemahaman aksi, seperti gerombolan burung yang tiba-tiba ikut terbang ketika ada satu burung terbang sebagai peringatan adanya pemangsa," kata peneliti lainnya. livescience | world-science

Penjelasan 'Ngiler' dan Penyebabnya

Ada berbagai macam gangguan tidur yang bisa membuat seseorang merasa malu jika diketahui oleh orang lain, salah satunya adalah mengiler saat sedang tidur. Lalu apa yang menyebabkan seseorang mengiler saat tidur?


http://bantalsalju.com/wp-content/uploads/2009/08/tidur.jpg

Jika seseorang mengiler saat tidur tentu akan membuat tidurnya menjadi tidak nyaman. Air liur yang keluar dari mulut ini terkadang sulit untuk dicegah, sehingga membuat orang menjadi malu saat terbangun.

Kondisi ini mungkin sering ditemukan pada bayi yang mau tumbuh gigi, sehingga bayi akan mengiler saat tidur atau saat sedang terjaga. Tapi hal ini akan berbeda jika terjadi pada orang yang sudah dewasa.

Sebagian besar orang akan menyadarinya setelah bangun tidur, atau terbangun karena mendapati bantal yang sudah basah. Mengiler saat tidur bisa menjadi fenomena yang normal atau bisa juga terjadi akibat kondisi medis tertentu yang bisa meningkatkan produksi air liur. Meski demikian hal ini tentu saja bisa memalukan orang tersebut jika diketahui oleh orang lain.

Mengiler disebut juga dengan sialorrhea, yaitu suatu kondisi yang dialami oleh jutaan orang dalam tidurnya setiap malam. Hal ini terjadi ketika seseorang bermimpi atau saat istirahat.

Seperti dikutip dari eHow, Jumat (4/6/2010) salah satu penyebab dari kondisi mengiler saat tidur adalah akibat mulut yang kering sehingga memicu produksi air liur berlebih. Selain itu ada juga beberapa kondisi lain, yaitu:
  1. Tidur dengan mulut terbuka. Tidur dengan kondisi seperti ini menyebabkan mulut kering lebih cepat karena kelembaban dari mulut hilang. Hal ini memicu air liur yang ada di dalam mulut untuk keluar, sehingga membuat orang mengiler.
  2. Efek samping dari obat yang dikonsumsi. Beberapa obat terkadang memiliki efek samping seperti mulut kering atau menyebabkan adanya gangguan pada kelenjar yang bertugas memproduksi air liur.
  3. Adanya masalah pada gigi, seperti infeksi pada gigi atau gusi orang tersebut yang mempengaruhi air liur.
  4. Memiliki anatomi mulut yang tidak normal, seperti lidah yang terlalu besar, gigi yang terlalu rapat atau pembesaran kelenjar limpa.

Untuk mengatasinya seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab ia mengiler saat tidur. Cara terbaik untuk mengurangi kondisi ini adalah dengan menghindari posisi tidur miring, karena posisi ini akan mendorong rahang untuk terbuka sehingga menyebabkan mulut terbuka saat tidur.

Jika penyebabnya adalah kondisi medis, maka tak ada salahnya untuk konsultasikan dengan dokter. Jika jumlah air liur yang dikeluarkan memang berlebihan, maka dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan oleh kelenjar. Namun pemberian obat ini harus atas resep dokter karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Sumber :
unikseru.blogspot.com



sumber : http://www.sayakasihtahu.com/2010/06/penjelasan-ngiler-dan-penyebabnya.html#more#ixzz0qmh4Ew00