JAKARTA - Sang Pemimpi, sekuel film laris Laskar Pelangi, siap mengaduk perasaan para penontonnya. Film yang diadopsi dari novel dengan judul sama karya Andrea Hirata itu bakal dirilis pada 17 Desember nanti di bioskop.Bagi Andrea yang sudah menonon tiga kali diwarnai tangis dan tawa dengan kadar yang tak berkurang, menyebut bahwa film besutan sutradara Riri Riza tersebut film terbaik di Indonesia saat ini. “Saya kira, mereka, para pemain, akan saling berebut penghargaan dengan sesama pemain di film ini pada acara-acara penghargaan,” kata Andrea setelah pemutaran Sang Pemimpi di FX Lifestyle, Rabu (14/12).
Menurut Andrea, para pemain yang berperan di Sang Pemimpi tampil apik. Mereka mampu memainkan karakter masing masing. “Mestinya daftar ke Oscar. Tapi, saya dengar dari Mbak Mira (Mira Lesmana, produser, Red) bahwa daftar ke Academy Awards itu tidak mudah. Tapi, itulah mimpi saya. Saya memang orang yang senang bermimpi,” ujar pria berambut keriting tersebut.
Andrea menilai, enam unsur utama yang menjadi pesan penting Sang Pemimpi terbungkus rapi dan bisa diserap penonton. Yaitu, pendidikan, keluarga, ekonomi, politik, budaya lokal Belitung, dan agama.
“Di film ini, semuanya dapat. Kalian lihat bagaimana adegan Ikal remaja (diperankan Vikri Septiawan) meminta maaf kepada ayahnya. Itu membuat film ini sangat manis. The sweetest movie i'd ever seen,” tuturnya.
Lalu, lanjut Andrea, melihat cara Arai (Rendy Ahmad, pemeran Arai remaja) berpamitan kepada Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda) saat hendak ke Jakarta adalah adegan film cinta yang sangat romantis. “Film ini sangat berwarna. Berganti-ganti suasana. Sutradaranya memang hebat,” puji Andrea.
Selama syuting, Riri memang merasa tidak menemukan banyak kesulitan dalam mengarahkan pemain. Masing-masing sudah paham dengan karakternya karena ada proses workshop dan reading sebelum syuting selama dua bulan.
“Semuanya (pemain) didapat melalui proses casting. Sejak membuka audisi di hampir semua sekolah di Belitung, sekitar seribu orang kami audisi,” jelas Riri.
Bahkan, seekor kuda didatangkan khusus dari Sawangan, Depok, ke Belitung, demi satu adegan. Itu pun melalui casting. Kuda tersebut didatangkan dalam rangka mewujudkan “ide gila” Arai yang membantu Jimbron (Azwir Fitrianto) untuk membuat Laksmi (Cindy Dwintasari), gadis idaman Jimbron, tertarik. “Ada puluhan kuda yang di-casting, kebanyakan lewat foto,” tutur Mira.
Tiga pemeran tokoh remaja utama -Ikal, Arai, dan Jimbron- dilatih kurang lebih selama tiga bulan jelang syuting. Porsi mereka di depan kamera memang lebih banyak daripada pemain lain. “Latihannya seminggu tiga sampai empat hari. Mereka diajari cara menjiwai supaya bisa masuk ke peran,” kata Vikri, remaja asli Belitung yang sangat menginginkan menendang bola di Stadion Gelora Bung Karno selagi ada kesempatan ke Jakarta tersebut.
Menurut Azwir, materi latihan itu sangat banyak. Pria berbadan tambun tersebut bahkan sulit mengingat semuanya meski sudah berhasil mempraktikkannya dalam adegan film. “Dalam latihan itu, ada cara mengatur emosi, suara, dan ketegangan tubuh,” tutur laki-laki kelahiran Tanjung Pandan, Belitung, 10 September 1993, itu.